Senin, 02 Januari 2012

Merawat Syaraf Terjepit






Alat-alat penguat pendukung



Pada banyak kasus-kasus syaraf terjepit dapat dirawat dengan istirahat dan es. Jika syaraf terjepit ada pada lengan (carpal tunnel syndrome atau cubital tunnel syndrome) dokter mungkin merekomendasikan brace (alat penguat) untuk periode waktu yang singkat. Brace membatasi jumlah gerakan sekitar syaraf, yang mengizinkannya untuk istirahat dan sembuh. Brace juga mencegah pasien dari gerakan-gerakan yang mungkin lebih jauh menekan atau menjepit syaraf yang terpengaruh. Brace yang digunakan untuk carpal tunnel syndrome menutupi pergelangan tangan dan diperluas sedikit kebelakang. Ini karena selama flexion (menekuk pergelangan kebawah) syaraf median pada pergelangan terjepit lebih jauh. Brace untuk cubital tunnel syndrome pada siku dapat digunakan untuk mempertahankan siku menekuk terlalu banyak yang lebih jauh meregangkan syaraf ulnar.



Pengobatan



Beragam obat-obat dapat juga digunakan untuk merawat syara terjepit. Obat-obat anti peradangan, contohnya, ibuprofen atau naproxen dapat mengurangi peradangan (pembengkakan) sekitar syaraf yang terpengaruh. Obat-obat lain yang digunakan secara spesifik untuk nyeri yang berhubungan dengan syaraf termasuk gabapentin (Neurontin) atau pregabalin (Lyrica).



Terapi fisik



Terapi fisik dapat membantu meregangkan dan menguatkan otot-otot spesifik pada tubuh, yang membantu membebaskan tekanan pada syaraf yang terjepit.



Operasi



Jika gejala-gejala dari syaraf terjepit tidak membaik dengan perawatan-perawatan diatas, operasi mungkin direkomendasikan. Operasi mngkin juga direkomendasikan jika pasien mengembangkan kelemahan tambahan pada otot-otot, atau jika syaraf-syaraf tertentu yang terjepit menyebabkan kehilangan kontrol dari usus besar atau kantong kemih (cauda equina syndrome). Ini adalah tanda-tanda dari kerusakan syaraf yang lebih parah.



Operasi untuk syaraf terjepit tergantung pada lokasi dari syaraf yang terjepit. Jika syaraf terjepit pada pergelangan tangan (carpal tunnel syndrome) atau siku (cubital tunnel syndrome), ahli bedah dapat membebaskan jaringan-jaringan diatas syaraf pada pergelangan tangan atau siku untuk membebaskan tekanan jaringan syaraf.



Jika syaraf terjepit ada pada leher atau punggung bagian bawah ahli bedah tulang belakang atau ahli bedah syaraf dapat mengeluarkan bagian dari cakram atau bone spurs yang menekan syaraf pada spine. Pada beberapa kasus-kasus, jika diperlukan untuk mengeluarkan bagian-bagian yang besar dari tulang atau cakram, operai mungkin memerlukan spinal fusion untuk menstabilkan spine setelah membebaskan syaraf.



Prognosis Pasien Untuk Syaraf Terjepit



Pada kebanyakan kasus-kasus, pasien-pasien dengan syaraf terjepit mampu untuk sembuh sepenuhnya tanpa segala gejala-gejala yang bertahan lama. Kebanyakan pasien-pasien merespon dengan baik pada perawatan konservatif termasuk istirahat, modofikasi aktivitas, es, terap fisik, dan obat-obat.



Operasi-operasi pembedahan secara khas hanya direkomendasikan untuk orang-orang yang tidak membaik dengan perawatan konservatif atau jika mereka mempunyai kelemahan otot yang memburuk. Lebih lama pasien mempunyai gejala-gejala dari syaraf terjepit, dan menjadi lebih buruk gejala-gejalanya, lebih kecil kesempatan untuk kesembuhan sepenuhnya. Nyeri, mati rasa dan kesemutan biasanya sembuh sepenuhnya dengan perawatan. Jika seseorang mengembangkan kelemahan atau pengikisan dari otot-otot ia harus mencari dokter sesegera mungkin untuk mencegah segala kerusakan syaraf yang permanen.


Introduksi Pada Syaraf Terjepit


Syaraf-syaraf adalah seperti kawat-kawat elektrik yang mengangkut informasi dari otak ke seluruh tubuh dan sebaliknya. Mereka terdistribusi keseluruh tubuh.



• Syaraf-syaraf Motor (efferent) mengangkut informasi dari otak keluar ke tubuh. Ini mengizinkan otak untuk mengirim perintah-perintah ke berbagai organ-organ tubuh. Contohnya, perintah-perintah ini dikirim ke otot-otot menyebabkan mereka untuk berkontraksi dan bergerak, atau mengirim informasi ke jantung untuk berdenyut lebih cepat atau lebih perlahan.



• Syaraf-syaraf Sensory (afferent) mengirim informasi dari tubuh balik ke otak untuk pemrosesan, termasuk informasi tentang nyeri, sentuhan, rasa, temperatur, atau sensasi-sensasi lain.



Informasi berjalan sepanjang syaraf dengan sinyal electrochemical, banyak seperti informasi yang berjalan sepanjang kawat elektrik. Ketika syaraf terjepit, sinyal terputus di suatu tempat sepanjang jalurnya.



Penyebab Syaraf Terjepit



Syaraf terjepit disebabkan ketika syaraf entah bagaimana rusak atau terluka oleh tekanan langsung dan tidak mampu untuk melakukan sinyalnya dengan baik. Ada banyak penyebab-penyebab yang berpotensi untuk syaraf terjepit, tergantung pada lokasi dari syaraf.



Syaraf Terjepit Pada Leher Atau Punggung Bagian Bawah



Syaraf terjepit pada leher atau punggung bagian bawah dapat disebabkan oleh cakram yang menonjol (herniated disc), arthritis, bone spurs, atau spinal stenosis (penyempitan spine).



Spinal stenosis adalah penyempitan dari kolom tulang belakang yang syaraf-syaraf lewat melaluinya. Syaraf terjepit pada punggung bagian bawah atau pantat dapat menekan syaraf sciatic, yang dapat menyebabkan sciatica.



Syaraf Terjepit Pada Pergelangan Tangan Atau Siku Tangan



Syaraf terjepit pada pergelangan tangan dapat disebabkan oleh carpal tunnel syndrome. Kondisi ini disebabkan oleh penekanan (kompresi) pada syaraf median ketika ia lewat melalui jaringan yang terbatas dari pergelangan. Cubital tunnel syndrome adalah kondisi serupa yang disebabkan oleh penekanan dari syaraf ulnar pada siku. Kedua-duanya dari kondisi-kondisi ini adalah lebih umum pada orang-orang diabetes dan orang-orang yang melakukan aktivitas-aktivitas yang berulang-ulang seperti juru ketik, yang menggunakan computer keyboard untuk periode-periode waktu yang panjang, atau pekerja-pekerja jalur perakitan.



Penyebab-penyebab Lain Dari Syaraf Terjepit



Pembengkakan sekitar syaraf dapat disebabkan oleh luka, memar, atau kondisi-kondisi lain, termasuk pembengkakan dari anggota-anggota tubuh yang dapat terjadi dengan kehamilan. Kecenderungan yang diturunkan, seperti yang dimanifestasikan oleh sejarah keluarga dari kondisi serupa, dapat juga meningkatkan kesempatan individu mengembangkan syaraf terjepit.



Gejala-Gejala Dari Syaraf Terjepit



Gejala-gejala dari syaraf terjepit tergantung pada syaraf mana yang terpengaruh. Setiap syaraf bertanggung jawab untuk pengiriman informasi ke atau dari bagian-bagian spesifik tubuh.



Gejala-gejala yang paling umum dari syaraf terjepit adalah:



• nyeri,



• mati rasa,



• kesemutan, atau



• kelemahan otot sepanjang alur syaraf.


Minggu, 01 Januari 2012

Tipe-Tipe: Asma alergi (extrinsic) dan Asma nonalergi (intrinsic)




Dokter anda mungkin merujuk ke asma sebagai "extrinsic" atau "intrinsic". Suatu pengertian yang lebih baik dari sifat asma dapat membantu menerangkan perbedaan-perbedaan antara mereka. Extrinsic, atau asma alergi (allergic asthma), adalah jauh lebih umum (90% dari semua kasus-kasus) dan secara khas berkembang pada masa kanak-kanak. Kira-kira 80% dari anak-anak dengan asma mempunyai alergi-alergi yang terdokumentasi. Secara khas, ada suatu sejarah alergi-alergi keluarga. Apalagi, kondisi-kondisi alergi lainnya, seperti alergi-alergi hidung atau ekzema (eczema), seringkali juga hadir. Asma alergi seringkali menghilang (go into remission) pada awal kedewasaan. Bagaimanapun, pada 75% dari kasus-kasus, asma kemudian timbul kembali.



Asma Intrinsic mewakili kira-kira 10% dari semua kasus-kasus. Dia umumnya berkembang setelah umur 30 tahun dan secara khas tidak berhubungan dengan alergi-alergi. Wanita-wanita lebih sering terlibat dan banyak kasus-kasus kelihatannya mengikuti suatu infeksi saluran pernapasan. Kondisinya dapat menjadi sulit dirawat dan gejala-gejalanya seringkali kronis dan sepanjang tahun.



Gejala-Gejala dan Tanda-Tanda Khas Asma



Gejala-gejala asma berbeda dari orang ke orang dan didalam individu dari waktu ke waktu. Adalah sangat penting untuk mengingat bahwa banyak dari gejala-gejala ini dapat menjadi tidak kentara dan mirip dengan yang terlihat pada kondisi-kondisi lain. Semua gejala-gejala yang disebut dibawah dapat hadir pada kondisi-kondisi lain pernapasan, dan kadangkala, jantung. Kebingungan yang berpotensi ini membuat identifikasi terjadinya gejala-gejala dan tes-tes diagnostik, menjadi sangat penting untuk mengenali kelainan-kelainan ini.



Empat gejala-gejala utama yang dikenali:



• Napas yang pendek - terutama dengan pengerahan tenaga atau waktu malam



• Mencuit-cuit (wheezing) - suatu suara bersiul atau berdesis ketika mengeluarkan napas



• Batuk - mungkin kronis; umumnya memburuk waktu malam dan waktu awal pagi; dan dapat terjadi setelah latihan atau ekspose pada udara dingin dan kering



• Dada Sesak - bisa terjadi dengan atau tanpa gejala-gejala diatas



Fakta-Fakta Asma



Asma dikelompokkan berdasarkan pada frekwensi dan beratnya gejala-gejala, atau "serangan-serangan", dan hasil-hasil dari tes-tes fungsi paru-paru.



• 30% dari pasien-pasien mempunayi gejala-gejala asma yang ringan, sebentar-sebentar (kurang dari dua episode setiap minggu) dengan tes-tes pernapasan yang normal



• 30% mempunyai gejala-gejala asma yang ringan, gigih (dua atau lebih episode-episode setiap minggu) dengan tes-tes pernapasan yang normal atau abnormal



• 40% mempunyai gejala-gejala asma yang sedang atau berat, gigih (setiap hari atau terus menerus) dengan tes-tes pernapasan abnormal


Lingkup Persoalan Asma




Sekarang asma adalah penyakit kronis yang paling umum pada anak-anak, mempengaruhi satu dari setiap 15 anak. Di Amerika utara, 5% dari orang dewasa juga dirundung oleh asma. Keseluruhannya, kira-kira 1 juta orang Kanada dan 15 juta orang Amerika yang menderita dari penyakit ini.



Angka dari kasus-kasus baru dan angka tahunan dari opname rumah sakit untuk asma telah meningkat 30% selama 20 tahun belakangan ini. Bahkan dengan kemajuan dalam perawatan, kematian-kematian karena asma diantara orang-orang muda sudah lebih dari berlipat ganda.



Tabung Bronchial Yang Normal



Sebelum kita dapat menilai bagaimana asma mempengaruhi saluran-saluran udara bronchial, kita perlu pertama-tama melihat dengan singkat pada struktur dan fungsi dari tabung-tabung bronchial yang normal.



Udara yang kita napas kedalam melaui hidung dan mulut masuk melalui pita suara/vocal cords (larynx) dan kedalam pipa udara/windpipe (trachea). Kemudian udara masuk ke paru-paru melalui dua saluran udara yang besar (bronchi), satu untuk setiap paru-paru. Didalam setiap paru-paru bronchi membagi kedalam saluran-saluran udara yang lebih kecil dan lebih kecil lagi (bronchioles), jadi seperti cabang-cabang dari suatu pohon yang dibalikkan. Udara yang dihirup dibawa melalui saluran-saluran udara ini kepada jutaan kantung-kantung udara kecil (alveoli) yang dikandung didalam paru-paru. Oksigen (O2) melewati kantung-kantung udara kedalam aliran darah melalui pembuluh-pembuluh darah yang banyak yang disebut kapiler-kapiler. Dengan cara yang sama, limbah tubuh, carbon dioxide (CO2), dibalikkan ke kantung-kantung udara dan kemudian dihilangkan pada setiap pembuangan napas.



Tabung-tabung bronchial yang normal mengizinkan lewatnya udara yang cepat kedalam dan keluar paru-paru untuk memastikan bahwa tingkat-tingkat dari O2 dan CO2 tetap konstan didalam aliran darah. Dinding-dinding bagian luar dari tabung-tabung bronchial dikellingi oleh otot-otot halus yang mengkerut dan mengendur secara otomatis pada setiap pernapasan. Ini mengizinkan jumlah udara yang diperlukan untuk masuk dan keluar paru-paru untuk mencapai pertukaran yang normal ini dari O2 dan CO2. Pengkerutan dan pengenduran otot-otot halus bronchial dikontrol oleh dua sistim syaraf yang berbeda yang bekerja secara harmonis untuk menjaga supaya saluran-saluran udara ini tetap terbuka.


Fakta Alergi




Kehadiran dari wheezing atau batuk sendirinya sebenarnya bukan suatu standar yang dapat diandalkan untuk menilai beratnya suatu serangan asma. Serangan-serangan sangat berat dapat menyumbat tabung-tabung pada suatu tingkat dimana kekurangan udara masuk dan keluar dari paru-paru anda gagal menghasilkan wheezing atau batuk.



Obat-Obatan Untuk Merawat Asma



Kebanyakan obat-obat asma bekerja dengan mengendurkan kejang broncho/bronchospasm (bronchodilators) atau mengurangi peradangan (corticosteroids). Pada perawatan asma, obat-obatan yang dihirup umumnya lebih disukai dari pada tablet atau obat cair yang ditelan (oral medications). Obat-obat yang dihirup bekerja langsung pada permukaan dan otot-otot saluran udara dimana persoalan-persoalan asma dimulai. Penyerapan obat-obat yang dihirup kedalam sisa tubuh adalah kecil. Oleh karenanya, efek-efek samping yang kurang baik lebih sedikit dibanding dengan obat-obat yang diminum (oral medications). Obat-obat yang dihirup termasuk beta-2 agonists, anticholinergics, corticosteroids, dan cromolyn sodium. Obat-obat oral termasuk aminophylline, leukotriene antagonists, dan tablet-tablet corticosteroid.



Menurut sejarah, satu dari obat-obatan pertama ynag digunakan untuk asma adalah adrenaline (epinephrine). Adrenaline mempunyai suatu tindakan awal yang cepat dalam membuka saluran-saluran udara (bronchodilation). Ia masih sering digunakan pada situasi-situasi darurat asma. Sayangnya, adrenaline mempunyai banyak efek-efek sampingan, termasuk denyut jantung yang cepat, sakit kepala, mual, muntah, keresahan, dan suatu rasa panik.



Obat-obat yang secara kimia mirip dengan adrenaline telah dikembangkan. Obat-obat ini, disebut beta-2 agonists, mempunyai keuntungan pelebaran broncho dari adrenaline tanpa banyak dari efek-efek sampinganya yang tidak dikehandaki. Beta-2 agonists adalah inhaled bronchodilators yang disebut "agonists" karena mereka mempromosikan kerja dari beta-2 receptor dari otot-otot dinding bronchial. Receptor ini bekerja dengan mengendurkan dinding yang berotot dari saluran-saluran udara (bronchi), menghasilkan pembesaran broncho (bronchodilation). Kerja pembesaran broncho dari beta- 2 agonists dimulai dalam hitungan menit setelah penghirupan dan berlangsung untuk kira-kira 4 jam. Contoh-contoh dari obat-obatan ini termasuk albuterol (Ventolin, Proventil), metaproterenol (Alupent), pirbuterol acetate (Maxair), dan terbutaline sulfate (Brethaire).



Suatu grup baru dari beta-2 agonists yang kerjanya panjang telah dikembangkan dengan suatu efek yang mendukung durasi dari 12 jam. Inhaler-inhaler ini dapat digunakan dua kali dalam sehari. Salmeterol xinafoate (Serevent) adalah suatu contoh dari kelompok obat-obatan ini. Beta-2 agonists yang bekerja panjang umumnya tidak digunakan untuk serangan-serangan akut. Beta-2 agonists dapat mempunyai efek-efek sampingan, seperti ketakutan, gemetar (tremor), palpitasi atau denyut jantung yang cepat, dan penurunan potassium darah


Kebanyakan dari pemicu-pemicu ini dapat juga memperburuk gejala-gejala hidung atau mata.




Pemicu-pemicu dibagi dalam dua katagori:



• Alergen-alergen ("spesifik")



• Nonalergen-nonalergen - kebanyakan irritants (nonspesifik)



Sekali saja tabung-tabung bronchial anda menjadi beradang dari suatu ekspose pada alergen, suatu ekspose kembali pada alergen yang menyerang itu sering kali akan mengaktifkan gejala-gejala. Tabung-tabung bronchial yang reaktif ini mungkin juga dapat merespon pada pemicu-pemicu lainnya, seperti latihan, infeksi-infeksi, dan irritant-irritant lainnya. Berikut adalah suatu checklist yang sederhan.



Pemicu-pemicu asma yang umum:



Alergen-Alergen



• Serbuk sari-serbuk sari musiman



• Tungau, jamur, binatang dan bagian-bagian serangga sepanjang tahun



• Makanan, seperti ikan, telur, kacang tanah, kacang-kacangan, susu sapi dan kedele



• Additives, seperti sulfites



• unsur-unsur yang berhubungan dengan kerja, seperti latex



Irritant-irritant



• Infeksi-infeksi pernapasan, seperti yang disebabkan oleh virus selesma, bronchitis, and sinusitis



• Obat-obatan, seperti aspirin, NSAIDs (nonsteroidal antiinflammatory drugs) lainnya, dan beta blockers (digunakan untuk merawat tekanan darah dan kondisi-kondisi jantung lainnya)



• Asap rokok



• Faktor-faktor luar ruangan, seperti asap, perubahan cuaca, dan asap-asap diesel



• Faktor-faktor dalam ruangan, seperti cat-cat, detergents, deodorants, kimia-kimia, dan minyak wangi-minyak wangi



• Waktu malam



• GERD (gastroesophageal reflux disorder)



• Latihan, terutama dibawah kondisi-kondisi yang dingin dan kering



• Faktor-faktor yang berhubungan dengan kerja, seperti kimia-kimia, debu-debu, gas-gas, dan logam-logam



• Faktor-faktor emosi, seperti tertawa, menangis, berteriak, dan keadaan-keadaan yang menyusahkan



• Faktor-faktor hormon, seperti sindrom premenstrual



Beragam Muka-Muka Asma - "Diharapkan"



Banyaknya pemicu-pemicu asma yang berpotensi menerangkan sebagian besar cara-cara yang berbeda dimana asma dapat hadir. Pada kebanyakan kasus-kasus, penyakit mulai pada umur kanak-kanak 2 sampai 6 tahun. Pada kelompok umur ini, penyebab asma seringkali dihubungkan pada ekspose pada alergen-alergen, seperti tungau (dust mites), asap rokok, dan infeksi-infeksi virus pernapasan. Pada anak-anak muda, kurang dari umur 2 tahun, asma dapat menjadi sulit didiagnosis dengan kepastian. Mencuit-cuit (wheezing) pada umur ini seringkali mengikuti suatu infeksi virus dan dapat hilang kemudian, tanpa pernah menjurus ke asma. Asma, bagaimanapun, dapat berkembang kembali pada masa dewasa. Asma yang timbul pada masa dewasa lebih sering terjadi pada wanita, kebanyakan paruh umur, dan seringkali mengikuti suatu infeksi saluran pernapasan. Pemicu-pemicu pada kelompok ini umumnya sifatnya nonalergi.


Aorta Dan Aortic Dissection




Aorta adalah pembuluh darah besar yang keluar dari jantung dan mengantarkan darah ke tubuh. Ia tersusun dari lapisan-lapisan otot yang perlu cukup kuat untuk menahan tekanan yang dihasilkan oleh jantung yang berdenyut. Pada beberapa orang-orang, robekan dapat terjadi pada salah satu lapisan dinding aorta, dan darah dapat masuk jalur diantara otot-otot dinding. Ini disebut aortic dissection dan secara potensial adalah mengancam nyawa. Tipe dari dissection dan perawatan tergantung pada di aorta mana dissection terjadi. Dissection-dissection tipe A berlokasi pada ascending aorta (aorta yang naik keatas) yang berjalan dari jantung ke lengkungan aorta (aortic arch) dimana pembuluh-pembuluh darah yang mensuplai ke otak dan lengan-lengan keluar. Dissection-dissection tipe B berlokasi pada descending aorta (aorta yang turun kebawah).





Mayoritas dari aortic dissections terjadi sebagai konsekwensi jangka panjang dari tekanan darah tinggi yang terkontrol dengan buruk. Kondisi-kondisi lain yang berhubungan termasuk:





Marfan's syndrome



trauma



kehamilan



komplikasi setelah operasi dari operasi jantung terbuka





Nyeri dari aortic dissection terjadi secara tiba-tiba dan seringkali digambarkan sebagai ditusuk atau dirobek yang kuat. Ia mungkin adalah konstan, atau nyerinya mungkin adalah pleuritic (memburuk dengan napas yang dalam). Seringkali ia menyebar ke punggung. Nyeri dari dissection seringkali dikacaukan dengan nyeri dari serangan jantung, esophagitis, atau pericarditis.





Diagnosis berdasarkan pada sejarah, peninjauan ulang faktor-faktor risiko, pemeriksaan fisik, dan kecurigaan klinis. Pemeriksaan fisik mungkin mengungkap kehilangan atau penundaan dari nadi-nadi pada pergelangan tangan atau kaki ketika membandingkan satu sisi ke sisi lainnya. Desiran jantung yang baru mungkin terdeteksi jika dissection melibatkan klep aorta (aortic valve), dimana aorta meninggalkan jantung. Jika pembuluh-pembuluh darah yang keluar dari aorta terlibat pada area dari dissection, organ-organ yang disuplai mereka mungkin berisiko. Stroke dan kelumpuhan dapat dijumpai pada dissection. Suplai darah ke ginjal-ginjal dan usus besar, dan ke lengan-lengan dan kaki-kaki dapat hilang.





Diagnosis dari aortic dissection dikonfirmasikan oleh pencitraan (imaging), paling umum oleh CT angiography dari aorta.





Dissection-dissection tipe A dari ascending aorta dirawat dengan operasi dimana bagian yang rusak dari aorta dikeluarkan dan digantikan dengan cangkokan tiruan (artificial graft). Adakalanya klep aorta perlu diperbaiki atau diganti jika ia rusak.





Dissection-dissection Tipe B awalnya dirawat dengan obat-obat untuk mengontrol tekanan darah dan memeliharanya dalam batasan yang normal. Obat-obat beta blockers dan calcium channel blocker umumnya digunakan. Jika terapi medis gagal, operasi mungkin diperlukan.





Jika dissection merobek dengan sepenuhnya melalui seluruh tiga lapisan dari dinding aorta, maka aorta pecah. Ini adalah malapetaka, dan lebih dari 50% dari pasien-pasien yang terpengaruh meninggal sebelum mencapai rumah sakit. Angka kematian keseluruhan dari pecahnya aorta adalah lebih besar dari 80%.



kunjungi website yang terkenal disebut obat dewa, klik disini.